SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin memperbaiki Jembatan Banyiur di Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, yang sempat amblas sekitar 20 sentimeter setelah dilalui kendaraan bermuatan besar.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan serta Perbaikan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Fuad Hasan mengatakan, perbaikan dilakukan setelah bagian konstruksi jembatan mengalami penurunan pada 2 September 2026.
“Jembatan Banyiur sempat amblas hingga 20 cm,” ujar Fuad di Banjarmasin, Kamis (9/9/2026).
Menurut Fuad, perbaikan dilakukan segera karena jembatan yang menggunakan struktur kayu ulin tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat sekitar. Setelah diperiksa, bagian yang mengalami penurunan dinilai masih dapat ditangani melalui pemeliharaan.
“Setelah kejadian amblasnya pada 2 September 2026 itu, kita bergerak cepat memperbaikinya, hari ini sudah selesai,” katanya.
Sebelum mengalami penurunan, kondisi Jembatan Banyiur berdasarkan survei rutin tahunan Dinas PUPR Kota Banjarmasin masih dinilai cukup baik dan layak digunakan.
Penurunan konstruksi diduga terjadi setelah kendaraan dengan tonase berlebih melintas. Salah satu bagian jembatan kemudian mengalami penurunan sekitar 20 sentimeter.
Setelah perbaikan selesai, akses warga kembali normal. Pemkot Banjarmasin juga memasang rambu larangan bagi kendaraan dengan tonase lebih dari 5 ton untuk melintas di jembatan tersebut.
Fuad mengimbau pengguna jalan mematuhi batas tonase yang telah ditetapkan untuk menjaga kondisi jembatan.
“Jembatan sudah kembali digunakan, tetapi keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama. Jangan memaksakan kendaraan berbeban lebih untuk melintas,” ujarnya.
Editor : Hendry
