![]() |
| Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap menerima evaluasi dari Presiden Prabowo Subianto terkait kinerjanya sebagai menteri. |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap menerima evaluasi dari Presiden Prabowo Subianto terkait kinerjanya sebagai menteri.
Bahlil menegaskan, Presiden memiliki kewenangan konstitusional untuk mengevaluasi para menteri yang bertugas di dalam kabinet.
Ketua Umum Partai Golkar tersebut menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait evaluasi jabatan kepada Prabowo sebagai pemegang mandat rakyat.
“Itu konstitusi menjamin, jadi kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden sebagai yang mempunyai pemegang mandat rakyat,” ujar Bahlil.
Bahlil saat ini mengemban dua jabatan di pemerintahan, yakni Menteri ESDM dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Ia dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026, sembari tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri ESDM.
Meski merangkap dua jabatan menteri, Bahlil mengaku hanya menerima satu gaji. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran pemerintah.
Bahlil menegaskan, penambahan jabatan di pemerintahan tidak seharusnya menjadi alasan untuk meningkatkan pemborosan anggaran negara.
“Saya mengatakan bahwa dengan penambahan Menko baru ini bukan berarti kita harus melakukan pemborosan. Saya enggak mau, saya tipe saya bukan seperti itu,” kata Bahlil saat ditemui di sela acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Bahlil menyerahkan keputusan mengenai evaluasi kinerjanya kepada Presiden Prabowo, termasuk terkait keberlanjutan tugasnya di pemerintahan.
