SUARAMILENIAL.ID, SURABAYA – Dua petugas gabungan yang mengalami luka bakar saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.
Kedua korban tersebut adalah Munawi, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA TLP), dan Suraji, seorang petugas keamanan hotel di sekitar lokasi kebakaran.
Sebelumnya, keduanya mendapatkan perawatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. Namun, karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Dr Soetomo.
Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, membenarkan bahwa kedua pasien telah tiba di rumah sakit pada Kamis (15/10/2026) malam.
Pasien pertama tiba di instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 20.45 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan, pasien tersebut langsung mendapatkan tindakan operasi.
“Sudah dilaksanakan operasi pada dini hari dan hingga saat ini masih berlangsung operasinya,” kata Niken, Jumat (16/10/2026).
Sementara itu, pasien kedua tiba di RSUD Dr Soetomo sekitar pukul 21.36 WIB. Pasien tersebut masih menjalani observasi sebelum menjalani operasi.
“Rencana akan dioperasi, saat ini masih observasi di RES,” ujar Niken.
Hingga Jumat, pihak rumah sakit belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka bakar maupun kondisi terkini kedua korban.
Tim medis masih berfokus memberikan penanganan kepada para pasien untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
Empat Petugas Meninggal Dunia
Di sisi lain, kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut juga menelan korban jiwa.
Empat petugas dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Mereka adalah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata, yang bertugas di TNBTS. Dua korban lainnya, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), merupakan petugas keamanan hotel di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi tersebut tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan petugas yang berupaya melakukan pemadaman.
Sumbet : CNN Indonesia
