SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H M Syaripuddin, mendorong mahasiswa memahami proses dan prioritas perencanaan pembangunan daerah sebagai bekal untuk berperan dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan.
Hal itu disampaikan H M Syaripuddin saat menerima kunjungan akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari di DPRD Kalsel, Senin (5/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Syaripuddin memaparkan perspektif perencanaan pembangunan daerah, termasuk mekanisme penyusunan program yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
Ia menjelaskan, perencanaan pembangunan dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain dari bawah ke atas (bottom-up) melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) serta dari atas ke bawah (top-down) melalui kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Syaripuddin, pemahaman mengenai proses tersebut penting bagi mahasiswa agar mengetahui bagaimana sebuah kebijakan dirumuskan hingga ditetapkan. Pengetahuan itu juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang nantinya berkiprah di pemerintahan, politik maupun sektor lainnya.
Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa menyampaikan sejumlah pertanyaan dan pandangan mengenai pembangunan daerah, termasuk terkait infrastruktur, pangan, pendidikan dan pelayanan publik.
Syaripuddin menegaskan, seluruh sektor pembangunan memiliki tingkat kepentingan masing-masing. Namun, keterbatasan anggaran dan sumber daya membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas berdasarkan manfaat terbesar bagi masyarakat.
“Jalan penting, pangan penting, pendidikan juga penting. Tetapi dengan anggaran yang terbatas, kita harus mampu menentukan program yang dampaknya paling besar bagi masyarakat. Itulah yang kemudian menjadi prioritas pembangunan,” ujar Bang Dhin, sapaan akrab politisi PDI Perjuangan tersebut.
