Fakta Asli Hujan Deras Disertai Butiran Es di Barabai HST Kalsel, Ukurannya Kecil-kecil

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Rabu (30/9/2026)

SUARAMILENIAL.ID
, BARABAI
— Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Rabu (30/9/2026), membawa fenomena cuaca yang tak biasa. Sejumlah warga melaporkan munculnya fenomena hujan es di tengah derasnya guyuran air.

Peristiwa tersebut mendadak menghebohkan warga setempat. Pasalnya, butiran-butiran es berukuran kecil terlihat berjatuhan dan mengumpul di pelataran rumah warga bersamaan dengan turunnya hujan.

Salah seorang warga Barabai, Lisda, membenarkan adanya butiran es yang jatuh di lingkungan tempat tinggalnya.

"Jumlahnya banyak dan ukurannya kecil-kecil," kata Lisda saat dikonfirmasi, Rabu.

Fenomena hujan es ini menarik perhatian publik karena terjadi di tengah periode musim kemarau yang belakangan ini mendominasi wilayah Hulu Sungai Tengah. Berdasarkan catatan warga, hujan yang terjadi pada Rabu sore tersebut baru merupakan hujan ketiga yang turun selama masa kemarau berlangsung.

Diawali Angin Kencang

Sebelum hujan es membasahi bumi Murakata, cuaca terik dan panas menyengat sempat melanda wilayah Barabai dan sekitarnya. Namun, situasi mendadak berubah ketika awan tebal disertai angin kencang mulai berembus.

Warga Desa Palajau, Dayat, menuturkan bahwa hujan kali ini tergolong sangat deras jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya.

"Lumayan deras hujannya, anginnya juga kencang," tutur Dayat.

Senada dengan Dayat, Joshua, warga Barabai lainnya, menyebutkan bahwa intensitas hujan yang tinggi ini terasa menyejukkan setelah sekian lama wilayah tersebut didominasi cuaca panas dan kering.

"Di Barabai hujan cukup deras. Sebelumnya memang lebih sering panas," ujarnya.

Meskipun sempat menimbulkan kehebohan di kalangan warga setempat, fenomena hujan es berukuran kecil ini dilaporkan tidak sampai menimbulkan kerusakan parah pada permukiman warga.

Sumber : BanjarmasinPost

Lebih baru Lebih lama