![]() |
| Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Barabai dan sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026). |
SUARAMILENIAL.ID, BARABAI – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Barabai dan sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026).
Fenomena hujan tersebut menarik perhatian warga lantaran disertai butiran es yang jatuh bersama air hujan.
Sejumlah warga Barabai mengaku menemukan butiran es berukuran kecil saat hujan berlangsung.
Salah seorang warga, Lisda, mengatakan butiran es yang turun jumlahnya cukup banyak.
“Jumlahnya banyak dan ukurannya kecil-kecil,” ujar Lisda.
Warga menyebut hujan tersebut menjadi hujan ketiga yang terjadi selama musim kemarau sejak April 2026.
Penjelasan BMKG
Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin menjelaskan, fenomena hujan es di Barabai terjadi akibat pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) yang sangat kuat di atmosfer.
Fenomena tersebut dipengaruhi kondisi atmosfer yang tidak stabil. Udara hangat dan lembap di dekat permukaan tanah bertemu dengan udara yang lebih dingin di lapisan atmosfer atas.
Kondisi itu kemudian memicu pertumbuhan awan cumulonimbus secara masif.
Di dalam awan tersebut, massa udara bergerak naik dengan kuat sehingga membawa uap air ke lapisan atmosfer yang sangat dingin. Uap air kemudian membeku dan membentuk kristal es.
Ketika butiran es semakin berat, arus udara turun atau downdraft yang kuat membuatnya jatuh ke permukaan.
Karena kecepatan jatuh cukup tinggi dan kondisi suhu di permukaan mendukung, sebagian butiran es tidak sempat mencair seluruhnya sebelum mencapai tanah.
BMKG menjelaskan, hujan es di wilayah tropis umumnya bersifat sangat lokal dengan radius sekitar 5-10 kilometer.
Fenomena tersebut juga biasanya berlangsung singkat, sekitar 5-15 menit, dan dapat terjadi bersamaan dengan hujan lebat, angin kencang, serta petir.
Warga Diminta Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi pertumbuhan awan cumulonimbus yang ditandai hujan deras, angin kencang, dan petir.
Masyarakat disarankan berlindung di dalam bangunan yang kokoh selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
Warga juga diimbau tidak mengonsumsi butiran es yang ditemukan setelah hujan karena kebersihannya tidak dapat dipastikan.
