Gala Premier Film Pirunduk Digelar di Banjarmasin, Angkat Legenda Tanah Banjar

 

Film Pirunduk menggelar gala premier di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pemutaran perdana ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta pada 15 Oktober 2026.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Film Pirunduk menggelar gala premier di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pemutaran perdana ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta pada 15 Oktober 2026.

Produser film Pirunduk, Budi Ismanto, mengatakan respons pencinta film Indonesia terhadap karya tersebut sejauh ini sangat positif. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas sambutan masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, respons para pencinta film Indonesia sangat positif. Kami juga bersyukur karena masyarakat Banjarmasin, khususnya Kalimantan Selatan pada umumnya, memberikan respons yang sangat baik terhadap film Pirunduk,” ujar Budi.

Menurut Budi, film Perunduk tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Film tersebut mengangkat cerita yang berakar dari legenda urban di Tanah Banjar.

Keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu hal yang menonjol dalam produksi film ini. Budi menyebut sekitar 95 persen pemain film Pirunduk merupakan orang Banjar, sedangkan 60 persen kru berasal dari daerah yang sama. Seluruh lokasi syuting juga berada di Kalimantan Selatan.

“Jadi, ini benar-benar film orang Banua. Harapan kami, ayo kita ramai-ramai menonton film Pirunduk, terutama warga Kalimantan Selatan dan Kalimantan pada umumnya. Ini merupakan film tentang kebanggaan kita, kebanggaan warga Kalimantan,” katanya.

Budi berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dengan menyaksikan film tersebut di bioskop. Menurut dia, dukungan terhadap film lokal juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong perkembangan industri kreatif di daerah.

Terkait target jumlah penonton, Budi mengatakan pihaknya belum menetapkan angka tertentu. Ia lebih mengutamakan agar film tersebut dapat diterima dan disukai masyarakat.

“Yang penting, kami menginginkan film ini disukai dulu oleh warga Kalimantan Selatan dan Kalimantan pada umumnya. Kalau film ini disukai, itu sudah menjadi anugerah bagi kami. Soal target penonton, kita lihat saja perkembangannya,” ucapnya.

Gala Premier Diiringi Aksi Sosial untuk Korban Kabut Asap

Selain memperkenalkan film kepada masyarakat, rangkaian gala premier Pirunduk juga diisi dengan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Kalimantan yang terdampak bencana kabut asap.

Budi mengatakan para pemain, kru, dan jajaran eksekutif film Pirunduk turut menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi yang terjadi di tanah kelahiran mereka.

Menurut dia, kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian insan perfilman terhadap masyarakat dan lingkungan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan.

“Kami juga ingin menunjukkan kepedulian terhadap kondisi Kalimantan saat ini, terutama bencana kabut asap di Banua. Mudah-mudahan kegiatan sosial yang kami gelar bersamaan dengan gala premier ini bisa menggugah kita bersama untuk membantu mengatasi persoalan tersebut,” tutur Budi.

Melalui peluncuran film Pirunduk dan kegiatan sosial tersebut, pihak produksi berharap dapat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekaligus mendukung karya perfilman daerah.

Budi pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan Pirunduk di bioskop dan menjadikan film tersebut sebagai salah satu karya kebanggaan masyarakat Banua.


Lebih baru Lebih lama