![]() |
| Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sembilan wilayah di Jawa Timur. |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sembilan wilayah di Jawa Timur.
Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono memimpin apel pengerahan pasukan untuk penanganan dan pemadaman karhutla di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).
Dekananto mengatakan, pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
Meskipun jumlah titik api dilaporkan menurun dan sebagian kebakaran berskala relatif kecil, kepolisian tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Berdasarkan perkembangan situasi, masih terdapat beberapa titik api yang harus kita padamkan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat penanganan secara cepat dan tepat sasaran,” kata Dekananto dalam keterangan tertulis, Rabu.
Personel Juga Diminta Cegah Kebakaran Baru
Selain melakukan pemadaman, personel BKO diminta menjalankan langkah pencegahan serta mendukung penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran hutan dan lahan yang memenuhi unsur pidana.
Dekananto juga menginstruksikan jajarannya untuk memetakan lokasi kebakaran secara akurat dan memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Menurut dia, penurunan jumlah titik api tidak boleh membuat petugas mengurangi kewaspadaan. Potensi kebakaran baru masih perlu diantisipasi selama musim kemarau.
Ia menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara maksimal sesuai arahan Presiden dan Kapolri.
Dekananto turut mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan selama bertugas. Komandan lapangan diminta memastikan kesiapan anggota dan memeriksa perlengkapan keselamatan sebelum memasuki kawasan kebakaran.
Petugas juga diwajibkan melaporkan perkembangan situasi di setiap lokasi secara berkala. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Penugasan Berlangsung hingga 27 Oktober
Polda Jawa Timur menjadwalkan penugasan pasukan BKO selama tujuh hari, hingga 27 Oktober 2026.
Setelah masa penugasan berakhir, kepolisian akan mengevaluasi perkembangan situasi untuk menentukan kemungkinan pergeseran maupun penambahan personel.
Dekananto berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur.
Ia juga mengingatkan agar anggota kepolisian senantiasa menjalankan tugas dengan mengedepankan pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Dengan pengerahan personel tambahan tersebut, penanganan karhutla diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif sehingga kebakaran tidak meluas serta risiko terhadap masyarakat dan lingkungan dapat ditekan.
