![]() |
| Kementerian Kehutanan menambah dukungan helikopter untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. |
SUARAMILENIAL.ID, KALIMANTAN TENGAH – Kementerian Kehutanan menambah dukungan helikopter untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Upaya pemadaman melalui udara dan darat terus dioptimalkan meski masih terkendala jarak pandang yang terbatas.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, operasi pemadaman melalui udara menggunakan helikopter atau water bombing di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas telah dilakukan sebanyak 26 kali pada Ahad (18/10/2026). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 16 kali.
“Water bombing di Tanjung Puting, kemarin dilakukan sebanyak 16 water bombing, hari ini sementara 26 water bombing,” ujar Raja Juli dalam keterangannya, Ahad (18/10/2026).
Menurut Raja Juli, saat ini terdapat enam helikopter water bombing di Kalimantan Tengah. Namun, pengoperasian armada tersebut menghadapi kendala akibat terbatasnya jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut.
Sementara itu, kondisi jarak pandang di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, relatif lebih baik. Setelah dilakukan koordinasi, satu helikopter water bombing milik swasta, Sinar Mas, dapat dioperasikan dari wilayah tersebut.
Dukungan pemadaman udara juga bertambah dengan kedatangan helikopter milik TNI Angkatan Udara dan Kementerian Kehutanan. Kedua helikopter itu tiba di Kuala Pembuang dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.
“Segala daya upaya terus diikhtiarkan termasuk mempertebal pasukan darat,” kata Raja Juli.
Di sisi lain, pemadaman melalui jalur darat di wilayah Pesalat dan Teluk Pulai juga terus dimaksimalkan.
Direktur Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan Sapto Aji Prabowo mengatakan, petugas mengerahkan berbagai peralatan untuk mendukung operasi pemadaman.
Peralatan yang digunakan antara lain pompa suplai, pompa apung, pompa jinjing, mini strike, dan selang pemadam.
Petugas memanfaatkan sumber air dari sungai dan sumur bor untuk membantu mengendalikan kebakaran.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri atas petugas Taman Nasional Tanjung Puting, Manggala Agni, personel bantuan kendali operasi Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan.
“Resor Pesalat dan Teluk Pulai, tim darat gabungan yang terdiri dari TNTP, Manggala Agni, BKO Kemenhut, TNI, Polri, BPBD dan relawan, terus memaksimalkan upaya pemadaman bersumber dari air sungai dan sumur bor,” ujar Sapto.
Editor : Muhammad Robby
