Lima Tahun Pelindo, TPK Banjarmasin Perkuat Transformasi Operasional

Terminal Petikemas Banjarmasin (TPK Banjarmasin) terus melakukan pembenahan operasional sebagai bagian dari perjalanan lima tahun PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN— Terminal Petikemas Banjarmasin (TPK Banjarmasin) terus melakukan pembenahan operasional sebagai bagian dari perjalanan lima tahun PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Pembenahan dilakukan secara bertahap sejak Agustus 2025, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), penataan infrastruktur dan area terminal, standardisasi fasilitas dan peralatan, hingga modernisasi alat bongkar muat.

Terminal Head TPK Banjarmasin Sirin Purnomo mengatakan, berbagai pembenahan tersebut dilakukan untuk menciptakan operasional yang lebih aman, andal, dan efisien.

“Lima tahun perjalanan Pelindo menjadi momentum untuk melihat kembali perubahan yang telah dilakukan sekaligus mempersiapkan langkah ke depan,” ujar Sirin.

Menurut dia, penguatan dilakukan tidak hanya pada fasilitas dan peralatan, tetapi juga terhadap SDM dan proses kerja.

Di bidang SDM, TPK Banjarmasin meningkatkan kompetensi melalui Container Training Operation (CTO), Technical Planning & Control (PnC), serta On the Job Training (OJT).

Sementara itu, pembenahan infrastruktur mencakup pembangunan gedung PnC dan kantor, penghijauan, penataan area parkir, serta pemberian marking pada Container Yard (CY) dan dermaga.

TPK Banjarmasin juga membangun shelter waiting area, menata rambu, serta melakukan standardisasi Head Truck dan peralatan bongkar muat.

Modernisasi peralatan dilakukan melalui penambahan Head Truck dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) untuk mendukung efisiensi kegiatan operasional.

Selain itu, Container Crane (CC-06) diperkuat dengan twinlift spreader. Peralatan tersebut memungkinkan penanganan dua peti kemas kosong berukuran 20 feet dalam satu lifting cycle sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas bongkar muat.

Persiapkan Penerapan TOS Nusantara

Sirin mengatakan pengembangan fasilitas dan peralatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi SDM serta penerapan standar keselamatan.

“Transformasi bukan hanya mengenai fasilitas dan peralatan, tetapi juga kesiapan orang dan proses yang menjalankannya. Karena itu, semuanya perlu bergerak beriringan,” katanya.

TPK Banjarmasin beroperasi selama 24 jam dengan berbagai aktivitas yang saling terhubung, mulai dari perencanaan bongkar muat, pelayanan kapal dan peti kemas, penanganan kontainer di lapangan, hingga pergerakan kendaraan di area terminal.

Koordinasi lintas fungsi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran kegiatan operasional.

Dari sisi pelayanan, komunikasi dengan pengguna jasa juga terus dilakukan untuk mendapatkan masukan yang menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan layanan.

“Kami ingin setiap perubahan yang dilakukan memberikan dampak nyata, baik terhadap operasional maupun pelayanan. Masukan pengguna jasa dan kondisi di lapangan menjadi bagian dari proses kami untuk terus melakukan perbaikan,” kata Sirin.

Pada Oktober 2026, TPK Banjarmasin tengah mempersiapkan penerapan TOS Nusantara sebagai bagian dari penguatan sistem operasional terminal menuju proses yang lebih terintegrasi.

Sirin mengatakan, penguatan ke depan akan tetap diarahkan pada keseimbangan antara pemanfaatan teknologi, kesiapan SDM, keandalan peralatan, keselamatan, dan kualitas pelayanan.

“Apa yang sudah dibangun akan terus kami optimalkan, sementara kebutuhan baru akan kami respons secara bertahap. Tujuannya tetap sama, yaitu menjaga keandalan operasional dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada pengguna jasa,” tuturnya.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya TPK Banjarmasin memperkuat peran terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Selatan.


Lebih baru Lebih lama