Penyelaman KM Virgo Dihentikan Sementara, Keluarga Korban Minta Pencarian Tetap Dilanjutkan

Basarnas menghentikan sementara proses penyelaman ke dalam bangkai KM Virgo Transport 8 untuk mencari korban yang masih hilang.

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Basarnas menghentikan sementara proses penyelaman ke dalam bangkai KM Virgo Transport 8 untuk mencari korban yang masih hilang.

Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR mengevaluasi kondisi kapal serta mempertimbangkan risiko yang dihadapi para penyelam.

Meski penyelaman dihentikan sementara, operasi pencarian korban tetap dilanjutkan. Tim SAR mengalihkan pencarian ke permukaan laut dan wilayah pesisir.

Penghentian penyelaman tersebut menjadi perhatian keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kepastian keberadaan anggota keluarganya.

Perwakilan keluarga korban, Karina, berharap proses pencarian tetap dilakukan sampai seluruh korban yang masih hilang ditemukan.

“Kalau pencarian dihentikan, kapal harus diangkat dan kami tidak terima apabila operasi pencarian dihentikan. Satu nyawa pun tolong dihargai,” ujar Karina, dikutip dari Banjarmasin Post, Senin (5/10/2026).

Keluarga korban juga meminta pemilik kapal memberikan dukungan terhadap proses pencarian.

Dukungan tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan mengerahkan sumber daya tambahan, seperti kapal pencari swasta, penyelam profesional, maupun bantuan logistik untuk menjangkau wilayah yang belum tersisir.

Penyelaman Terkendala Kondisi Bangkai Kapal

Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, penghentian sementara penyelaman tidak berarti operasi SAR dihentikan.

Menurut Syafii, penyelaman ke dalam badan kapal dapat kembali dilakukan setelah proses salvage selesai dan kapal berhasil diangkat dalam kondisi stabil.

Risiko yang dihadapi tim evakuasi juga harus dapat dikendalikan sebelum penyelaman kembali dilakukan.

“Operasi pencarian dalam badan kapal dapat dilaksanakan kembali setelah kapal berhasil diangkat, berada dalam kondisi stabil, dan risiko tim evakuasi dapat terukur atau dikendalikan,” ujar Syafii.

Hingga hari ke-21 pencarian, penyelam telah masuk sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam badan kapal.

Namun, upaya tersebut menghadapi sejumlah kendala. Kondisi di dalam kapal dipenuhi material dan debris yang menghambat pergerakan penyelam.

Selain itu, terdapat benda-benda tajam yang dapat membahayakan keselamatan tim saat melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Karena itu, proses pencarian di dalam badan kapal untuk sementara belum dapat dilanjutkan hingga kondisi kapal dinilai lebih aman bagi tim SAR.

Sumber : Kompas.com
Lebih baru Lebih lama