Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Takut MSCI, Ini Pengaruhnya terhadap Pasar Modal RI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar keuangan global yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan gentar menghadapi Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks pasar keuangan global yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prabowo merespons langkah MSCI yang mengusulkan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori emerging market (pasar negara berkembang) menjadi standalone market (pasar mandiri).

“MSCI, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar,” kata Prabowo.

Sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Keputusan final mengenai usulan tersebut dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menilai reformasi pasar saham Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten. Lembaga tersebut juga menyoroti kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi.

Mengenal MSCI

Morgan Stanley Capital International atau MSCI merupakan perusahaan penyedia data, riset, analisis risiko investasi, dan indeks pasar keuangan yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Perusahaan ini berperan membantu investor, terutama pengelola dana investasi berskala besar, dalam menganalisis kondisi pasar dan menentukan strategi investasi.

Salah satu produk MSCI yang banyak digunakan adalah indeks saham. Indeks tersebut mengukur kinerja kelompok saham berdasarkan kriteria tertentu, termasuk negara, wilayah, dan karakteristik pasar.

Secara sederhana, indeks saham dapat diibaratkan sebagai kumpulan saham pilihan yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan pasar tertentu.

MSCI memiliki berbagai indeks yang mencakup pasar negara maju, negara berkembang, hingga pasar perintis.

Sejarah indeks ini bermula dari indeks pasar saham internasional yang dikembangkan Capital International pada dekade 1960-an. Pada 1986, Morgan Stanley memperoleh hak lisensi atas data indeks tersebut dan menggunakan nama Morgan Stanley Capital International.

MSCI kemudian menjadi perusahaan publik yang berdiri independen dari Morgan Stanley pada 2009.

Saat ini, indeks MSCI digunakan sebagai acuan oleh berbagai pengelola investasi, termasuk reksa dana dan exchange-traded fund (ETF).

Berdasarkan data perusahaan, aset investasi yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan mencapai 16,9 triliun dollar AS per 31 Desember 2024. Angka tersebut merupakan total aset yang menjadikan indeks MSCI sebagai tolok ukur, bukan seluruh dana yang dikelola langsung oleh MSCI.

Mengapa MSCI Berpengaruh terhadap Pasar Modal Indonesia?

Indeks MSCI menjadi salah satu referensi investor global dalam membandingkan kinerja pasar saham dan menentukan alokasi investasi di berbagai negara.

Salah satu indeks yang banyak digunakan adalah MSCI Emerging Markets Index, yang mencakup saham dari sejumlah negara berkembang, seperti China, India, Brasil, Thailand, dan Afrika Selatan. Indonesia juga termasuk dalam kelompok pasar berkembang tersebut.

Perubahan klasifikasi pasar maupun komposisi saham dalam indeks dapat memengaruhi keputusan investasi sejumlah pengelola dana.

Investor yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan dapat menyesuaikan portofolio ketika suatu saham ditambahkan atau dihapus dari indeks, maupun ketika bobot suatu negara mengalami perubahan.

Meski demikian, dampaknya terhadap arus modal tidak selalu sama. Besarnya perubahan bergantung pada kebijakan masing-masing investor, jenis dana yang dikelola, serta keputusan investasi yang diambil.

Usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi cara investor global menilai dan mengalokasikan investasinya di pasar modal Indonesia.

Sumber : CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama