SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (26/11).
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang tidak direspons langsung oleh pihak legislatif.
Pantauan di lapangan menunjukkan massa bergerak menuju kompleks DPRD Kalsel sambil membawa spanduk berisi berbagai aspirasi.
Salah satu spanduk yang mencolok bertuliskan “Tolak KUHAP Bermasalah”.
Setibanya di halaman gedung dewan, para peserta aksi langsung menyampaikan sikap secara terbuka.
“Daerah Kalimantan Selatan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Revolusi!” seru salah satu orator dari atas mobil komando.
Dalam aksi kali ini, mahasiswa kembali menegaskan tiga tuntutan utama. Pertama, mereka meminta DPRD Kalsel mengambil sikap tegas terhadap KUHAP baru yang dinilai memuat sejumlah pasal bermasalah dan berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia.
Kedua, massa menolak rencana penetapan Taman Nasional Meratus. Menurut mereka, kebijakan tersebut dikhawatirkan mengabaikan keberadaan dan hak masyarakat adat yang tinggal di kawasan Pegunungan Meratus.
Ketiga, mahasiswa mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera menindak tegas praktik pertambangan ilegal di Kalimantan Selatan, yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Gedung DPRD Kalsel sambil menunggu perwakilan dewan untuk menemui mereka.
Reporter : Amrullah
Editor : Muhammad Robby
