DPRD Balangan Akan Panggil Manajemen PT AMSB Klarifikasi Pengelolaan Keuangan

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Balangan Hafis Anshari memastikan akan memanggil jajaran manajemen PT Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) dalam waktu dekat. Foto-Istimewa

SUARAMILENIAL.ID, BALANGAN — Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Balangan Hafis Anshari memastikan akan memanggil jajaran manajemen PT Air Minum Sanggam Balangan (AMSB) dalam waktu dekat. 


Pemanggilan itu dilakukan untuk meminta klarifikasi resmi terkait pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut, termasuk penggunaan penyertaan modal sebesar Rp 20 miliar dari Pemerintah Kabupaten Balangan.


“Dalam waktu dekat kami akan memanggil jajaran PT AMSB untuk memberikan klarifikasi secara resmi terkait kondisi keuangan perusahaan, termasuk penyertaan modal Rp 20 miliar dari pemerintah daerah,” kata Hafis di Balangan, Senin.


Selain persoalan keuangan, Hafis juga menyoroti kualitas pelayanan PT AMSB yang dinilainya masih belum optimal dan terus memicu keluhan masyarakat. 


Ia mengaku kerap menerima aduan terkait distribusi air bersih yang belum merata dan pasokan yang kerap tidak lancar.


Hafis mengaku mempertanyakan kondisi internal perusahaan daerah tersebut. Pasalnya, setiap kali keluhan masyarakat disampaikan kepada pihak PT AMSB, respons yang diberikan dinilai cenderung normatif dan belum menyentuh akar persoalan.


Terkait penyertaan modal Rp 20 miliar, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. 


Ia berharap tidak ada kepentingan pribadi maupun kelompok dalam pengelolaan dana tersebut, dan meminta manajemen PT AMSB fokus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.


“Yang kami harapkan, penyertaan modal ini benar-benar digunakan untuk memperbaiki pelayanan air bersih, bukan untuk kepentingan lain,” ujar Hafis.


Sebagai informasi, PT AMSB yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Balangan tercatat membukukan laba pada 2025 seiring upaya penguatan tata kelola dan penataan program pelayanan air bersih. 


Namun, di tengah capaian tersebut, penyertaan modal Rp 20 miliar masih menjadi sorotan publik karena dinilai belum memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap kualitas layanan kepada masyarakat.


Penyertaan modal tersebut merupakan langkah Pemkab Balangan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan daerah sekaligus meningkatkan pelayanan air bersih. 


Kebijakan ini dilatarbelakangi persoalan distribusi air yang kerap terganggu serta kondisi infrastruktur lama, termasuk booster peninggalan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang dinilai sudah tidak optimal.


Proses penyertaan modal dilakukan melalui regulasi daerah dan mendapat persetujuan DPRD Balangan, dengan harapan PT AMSB mampu memenuhi kebutuhan dasar air minum masyarakat secara berkelanjutan, memperbaiki kinerja operasional, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.


Editor : Muhammad Robby 

Lebih baru Lebih lama