![]() |
| Foto-Dok/CNN Indonesia |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Musim belum juga memasuki garis akhir, tapi detak jantung pendukung Arsenal F.C. sudah seperti genderang perang. Kencang. Tak tenang. Dag dig dug.
Lagi-lagi Arsenal. Lagi-lagi cerita yang sama.
Tim berjuluk Meriam London itu memang masih berdiri di puncak klasemen Premier League. Tapi posisi teratas itu belum terasa aman. Lebih mirip kursi goyang—sedikit lengah, bisa langsung terguling.
Tiga musim terakhir, skenarionya nyaris serupa. Datang sebagai kandidat kuat juara, memimpin cukup lama, lalu di tikungan akhir justru kehabisan bensin. Peringkat kedua jadi langganan. Trofi cuma bisa dipandang dari kejauhan.
Musim ini harapan kembali dipompa.
Pasukan racikan Mikel Arteta sempat melaju mulus. Konsisten. Tajam. Solid. Tapi belakangan, ritme mulai goyah. Dua laga terakhir tanpa kemenangan bikin kecemasan menyeruak.
Keunggulan poin makin menipis.
Arsenal mengoleksi 58 angka. Namun Manchester City F.C. terus membayangi dengan 53 poin, sementara Aston Villa F.C. ikut mengintai di angka 50—bahkan dengan jumlah pertandingan lebih sedikit.
Jaraknya? Tipis. Selemparan batu saja.
Artinya, satu terpeleset saja bisa fatal.
Nama Viktor Gyökeres dan kawan-kawan kini memikul beban ekstra. Setiap laga seperti final. Setiap poin bernilai emas.
Situasi ini seolah menghidupkan lagi bayang-bayang masa lalu.
Padahal Arsenal pernah membuktikan diri bisa menaklukkan tekanan. Musim 2003/2004 jadi dongeng terindah. Saat itu mereka finis tanpa satu pun kekalahan dan menyabet label Invincibles—rekor legendaris yang belum tersentuh hingga kini.
Namun musim ini jelas berbeda. Tiga kekalahan sudah tercatat. Mimpi tak terkalahkan mustahil terulang.
Yang tersisa hanya satu: bertahan.
Bertahan dari tekanan.
Bertahan dari kejaran rival.
Dan bertahan dari trauma musim-musim sebelumnya.
Pertanyaannya tinggal satu.
Akankah Arsenal akhirnya benar-benar pulang membawa mahkota, atau kembali jadi kisah “nyaris juara”?
Jawabannya: beberapa pekan lagi.
Dan untuk fans Meriam London, bersiaplah. Detak jantung belum akan melambat.
Sumber : CNN Indonesia
