Kemenhub Siap Hadapi 143 Juta Pemudik, Terminal–Bus–Kapal Disiagakan Penuh

 

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Pemerintah mulai tancap gas menyambut arus mudik Lebaran tahun ini. Prediksinya tidak main-main: sekitar 143 juta orang bakal melakukan perjalanan pulang kampung.

Lewat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, berbagai strategi disiapkan agar mobilitas raksasa itu tetap aman, lancar, dan nyaman, terutama di sektor transportasi darat yang diprediksi paling padat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengungkapkan, Jawa Barat masih menjadi titik asal pemudik terbesar dengan porsi 21,52 persen atau sekitar 30,97 juta orang. Sementara tujuan favorit ada di Jawa Tengah dengan 26,90 persen atau sekitar 38,71 juta orang.

Artinya, jalur lintas barat–tengah Pulau Jawa bakal jadi “medan tempur” utama arus mudik.

Ribuan Armada Disiapkan

Untuk menopang lonjakan itu, Kemenhub menyiapkan:

177 terminal (115 tipe A dan 62 tipe B)

48 UPPKB difungsikan sebagai rest area

31.345 armada bus

Rinciannya meliputi bus antarkota antarprovinsi (AKAP), angkutan lintas batas negara, bus pariwisata, hingga angkutan antarkota dalam provinsi.

Tak cuma darat, sektor penyeberangan juga diperkuat dengan:

72 dermaga

254 kapal

29 pelabuhan

15 lintasan penyeberangan

Langkah ini penting terutama untuk titik krusial seperti Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk yang selalu padat saat musim mudik.

Masjid Jadi Rest Area

Menariknya, pemerintah juga memanfaatkan fasilitas publik sebagai tempat istirahat dadakan. Sejumlah masjid di jalur pantura seperti Tegal hingga Kebumen akan difungsikan sebagai rest area tambahan.

Strategi ini diharapkan bisa mengurangi kelelahan pengemudi sekaligus menekan risiko kecelakaan.

Bus Dicek Ketat

Demi keselamatan, inspeksi atau rampcheck bus bakal digelar mulai 23 Februari sampai 29 Maret 2026. Pemeriksaan ini memastikan kendaraan laik jalan sebelum mengangkut penumpang.

Tak hanya itu, rekayasa lalu lintas juga disiapkan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, mulai dari sistem one way, contra flow, ganjil-genap, hingga pembatasan operasional truk barang.

Tujuannya jelas: arus mudik lancar tanpa mengorbankan keselamatan.

Mudik Gratis & Tol Fungsional

Bagi masyarakat yang ingin hemat, Kemenhub menyiapkan 401 bus mudik gratis dengan kapasitas lebih dari 15 ribu penumpang serta truk pengangkut sepeda motor. Pendaftaran dibuka mulai 1 Maret 2026.

Selain itu, jalur tol fungsional Jogja–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,9 kilometer juga direncanakan beroperasi sementara. Jalur ini diperkirakan memangkas waktu tempuh 20–30 menit menuju Magelang atau Muntilan.

Peninjauan juga dilakukan di Terminal Tipe A Tingkir, Salatiga, yang dinilai siap menghadapi lonjakan penumpang sekaligus sudah menerapkan konsep terminal multifungsi—tak sekadar tempat naik turun penumpang, tapi juga pusat aktivitas ekonomi dan sosial.

Dengan skala pergerakan ratusan juta orang, mudik tahun ini jelas bukan operasi biasa. Pemerintah bersiap total, tinggal bagaimana masyarakat ikut tertib agar perjalanan pulang kampung tetap aman dan nyaman.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama