Rakorda TPAKD se-Kalsel: IKAD Jadi Kunci Transformasi Ekonomi Daerah

 

 Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan pentingnya peningkatan kinerja dan inovasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai instrumen strategis dalam mendorong transformasi ekonomi daerah. Foto-Dok Adpim Pemprov Kalsel

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan pentingnya peningkatan kinerja dan inovasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai instrumen strategis dalam mendorong transformasi ekonomi daerah. 

Fokus utama diarahkan pada penguatan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan yang aman dan produktif.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur H. Muhidin melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPAKD se-Kalimantan Selatan, Senin (23/2/2026), di Banjarmasin.

Menurut Gubernur, peningkatan IKAD bukan semata indikator statistik, tetapi mencerminkan kemampuan daerah dalam menghadirkan sistem keuangan yang inklusif dan berkeadilan. 

Karena itu, TPAKD didorong untuk memfokuskan program pada tiga prioritas, yakni perluasan pembiayaan produktif bagi UMKM berpotensi naik kelas, percepatan digitalisasi keuangan daerah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kalsel Bekerja, yang menempatkan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal sebagai agenda utama pembangunan jangka menengah.

Ariadi Noor juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada 2025 mencapai 5,11 persen, melampaui rata-rata nasional. 

Meski demikian, struktur ekonomi masih didominasi sektor pertambangan dengan kontribusi 27,94 persen terhadap PDRB, sehingga upaya diversifikasi ekonomi perlu terus dipercepat.

Dalam konteks ini, sektor jasa keuangan dinilai memegang peranan krusial. Data menunjukkan sektor jasa keuangan di Kalsel tumbuh signifikan sebesar 10,34 persen, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi. 

Hal ini menegaskan bahwa akses keuangan yang luas mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, khususnya bagi UMKM dan sektor produktif non-ekstraktif.

Rakorda TPAKD yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan ini diikuti seluruh anggota TPAKD kabupaten/kota, perwakilan Bank Indonesia, Ditjen Perbendaharaan, perbankan, serta mitra sektor keuangan lainnya.

Kepala OJK Provinsi Kalsel Agus Maiyo menyampaikan bahwa kondisi perekonomian dan sektor keuangan daerah secara umum berada dalam kondisi stabil dan terjaga. Penghimpunan dana masyarakat, kinerja pasar modal, serta aset lembaga keuangan terus menunjukkan tren positif.

Melalui Rakorda ini, diharapkan sinergi TPAKD se-Kalimantan Selatan semakin kuat, sehingga akses keuangan makin merata dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta transformasi ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Editor    : Hendry Rusadi

Lebih baru Lebih lama