![]() |
| Foto-Dok/CNN Indonesia |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA - Situasi global lagi nggak baik-baik saja. Ketegangan konflik di Timur Tengah bikin pasar keuangan dunia ikut deg-degan.
Merespons kondisi itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta seluruh lembaga jasa keuangan di Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi.
Mengutip laporan CNN Indonesia, OJK menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu gejolak di pasar global.
OJK: Jangan Sampai Kena Imbas
Pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan dinamika geopolitik ini berpotensi memengaruhi stabilitas sektor keuangan domestik.
Karena itu, industri keuangan diminta sigap membaca situasi.
“Lembaga jasa keuangan kami minta terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan pasar keuangan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Intinya: jangan nunggu dampak terasa dulu, tapi siap dari sekarang.
Pasar Saham Mulai Goyang
Sinyal tekanan juga sudah terasa di pasar modal.
Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut volatilitas kembali meningkat memasuki awal Maret.
Per 27 Februari, Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.235,49. Angka ini terkoreksi 1,13 persen secara bulanan dan melemah 4,76 persen sejak awal tahun.
Artinya, sentimen global memang ikut memengaruhi psikologi investor dalam negeri.
Koordinasi Full Team
OJK juga nggak bergerak sendirian. Mereka memperkuat koordinasi dengan Self Regulatory Organization (SRO), seperti:
• Bursa Efek Indonesia
• Kustodian Sentral Efek Indonesia
• Kliring Penjaminan Efek Indonesia
Tujuannya jelas: memastikan pasar tetap stabil dan siap mengambil kebijakan cepat kalau situasi makin panas.
Sumber : CNN Indonesia
