
Foto-Dok/CNN Indonesia
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel terus memanas dan memasuki hari ke-18. Eskalasi konflik terjadi di sejumlah wilayah Timur Tengah, mulai dari serangan udara hingga dugaan serangan drone terhadap fasilitas energi dan kawasan diplomatik.
Salah satu perkembangan paling signifikan adalah tewasnya pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani. Iran mengonfirmasi kematian Larijani setelah sebelumnya Israel mengklaim telah menargetkan tokoh yang disebut dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melalui serangan udara.
Kabar tersebut dilaporkan media Iran dan dikutip kantor berita internasional. Kematian Larijani dinilai menjadi pukulan besar bagi lingkaran elite keamanan Iran di tengah konflik yang terus meningkat.
Dalam perkembangan lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengonfirmasi bahwa komandan milisi Basij, Gholamreza Soleimani, turut tewas dalam serangan yang disebut sebagai tindakan dari “musuh Amerika-Zionis”.
Serangan Drone Hantam Fasilitas Minyak
Ketegangan regional juga meluas hingga Uni Emirat Arab. Ladang minyak utama Shah di Abu Dhabi dilaporkan terkena serangan drone pada Senin (16/3).
Serangan pesawat tak berawak tersebut memicu kebakaran di fasilitas produksi minyak yang memiliki kapasitas sekitar 70 ribu barel per hari. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar lainnya.
Pemerintah Uni Emirat Arab langsung mengerahkan tim penyelamat, pemadam kebakaran, dan tenaga medis ke lokasi. Otoritas setempat juga menyatakan masih menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Drone Jatuh di Zona Hijau Baghdad
Insiden lain terjadi di Irak ketika sebuah hotel di kawasan Zona Hijau Baghdad menjadi sasaran serangan drone. Hotel Al Rasheed yang sering menjadi tempat menginap diplomat asing dilaporkan terkena proyektil yang jatuh di bagian atap bangunan.
Kementerian Dalam Negeri Irak menyatakan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada bangunan lain di sekitar lokasi.
Setelah penyelidikan awal, otoritas Irak mengidentifikasi proyektil tersebut sebagai drone. Namun hingga kini pihak berwenang masih menyelidiki asal dan tujuan serangan tersebut.
Video Netanyahu Diduga Rekayasa AI
Di tengah situasi perang, perhatian publik juga tertuju pada video terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang beredar di media sosial.
Dalam video yang diunggah melalui akun X miliknya, Netanyahu terlihat berbincang santai dengan petugas keamanan serta warga di sebuah lokasi luar ruangan.
Namun sejumlah warganet mencurigai video tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Beberapa pengamat media sosial menyoroti kejanggalan pada tampilan telinga Netanyahu serta cincin yang disebut terlihat muncul dan menghilang dalam beberapa detik video.
Sejumlah komentar dari pengguna media sosial juga mempertanyakan keaslian rekaman tersebut dan menyebut adanya “glitch” atau gangguan visual yang kerap muncul pada konten hasil rekayasa AI.
Eropa Tolak Permintaan AS di Selat Hormuz
Di sisi lain, sejumlah negara Eropa menolak permintaan Amerika Serikat untuk membantu mengawal kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan Berlin tidak berniat bergabung dalam operasi militer di kawasan tersebut. Pernyataan serupa juga disampaikan pemerintah Inggris, Belanda, hingga Italia yang menyatakan misi tersebut bukan bagian dari operasi NATO.
Sementara itu, beberapa negara NATO seperti Lituania dan Estonia menyebut permintaan bantuan Amerika Serikat perlu dipertimbangkan, namun tetap memerlukan kejelasan terkait tujuan dan bentuk operasi yang akan dilakukan.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel berpotensi semakin meluas dengan dampak yang dirasakan hingga berbagai negara di kawasan Timur Tengah.
Sumber : CNN Indonesia