![]() |
| Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 14 Banjarmasin menggelar kegiatan Business Continuity Management (BCM) Sosialisasi dengan materi Bantuan Hidup Dasar, Senin (6/4/2026). Foto-Istimewa |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat terus dilakukan kalangan korporasi.
Salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan situasi kritis, seperti henti napas dan henti jantung.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 14 Banjarmasin menggelar kegiatan Business Continuity Management (BCM) Sosialisasi dengan materi Bantuan Hidup Dasar, Senin (6/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Wasaka Ballroom dan diikuti para pekerja di lingkungan regional tersebut.
Dalam kegiatan ini, BRI menghadirkan tenaga medis dari Telkomedika, yakni dr. Syarah Rahmaningsih, yang memberikan pemaparan sekaligus simulasi terkait teknik dasar penanganan kondisi darurat.
Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah awal pertolongan pertama, khususnya pada korban henti napas dan henti jantung, termasuk bagaimana memberikan respons cepat sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi.
Pendekatan ini dinilai penting, mengingat fase awal penanganan sering kali menjadi penentu keselamatan korban.
Regional CEO BRI Region 14 Banjarmasin, Bambang Indriatmoko, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapan pekerja menghadapi berbagai risiko, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, pemahaman terhadap Bantuan Hidup Dasar tidak hanya relevan dalam konteks keselamatan kerja, tetapi juga sebagai bekal penting dalam situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja.
“Melalui kegiatan BCM ini, kami ingin memastikan seluruh pekerja memiliki pemahaman yang memadai, sehingga mampu memberikan respons cepat dan tepat dalam situasi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan upaya BRI dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus tanggap terhadap berbagai potensi risiko.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pemahaman praktis melalui simulasi penanganan awal.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri pekerja dalam menghadapi kondisi darurat secara langsung.
Program BCM sendiri secara konsisten dijalankan BRI sebagai bagian dari strategi menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
Di saat yang sama, program ini juga mendorong peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Dengan pendekatan yang lebih aplikatif, perusahaan berharap kesiapsiagaan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan menjadi keterampilan yang melekat dalam keseharian pekerja.
Editor : Muhammad Robby
