
Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, Kamis (2/4/2026).
SUARAMILENIAL.ID, KINTAP — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, Kamis (2/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan standar K3 di sektor pertambangan berjalan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Ketua Komisi IV, Jihan Hanifa, menyampaikan bahwa sebagai salah satu perusahaan nasional, PT Arutmin Indonesia dinilai telah memiliki standar K3 yang baik, terutama dalam upaya mencapai target zero accident atau nihil kecelakaan kerja.
“Dari paparan yang disampaikan bersama tim Dinas Tenaga Kerja, kami melihat banyak hal positif yang bisa menjadi contoh,” ujar Jihan.
Ia juga mengapresiasi capaian PT Arutmin Tambang Kintap yang berhasil meraih penghargaan zero accident selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perusahaan tambang lainnya di Kalsel.
“Mudah-mudahan praktik baik di sini bisa diterapkan di perusahaan lain, khususnya untuk menekan angka kecelakaan kerja di sektor pertambangan,” tambah politisi Partai Gerindra tersebut.
Sementara itu, Manager Tambang Kintap, Deddy Heryanto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Komisi IV DPRD Kalsel. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan kerja seluruh karyawan, termasuk dampaknya bagi keluarga mereka,” ungkap Deddy.
Tak hanya fokus pada internal perusahaan, PT Arutmin juga terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat sekitar.
“Kami akan terus memperbaiki dan melanjutkan program-program yang sudah berjalan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.
Diketahui, PT Arutmin Tambang Kintap yang mulai beroperasi sejak 2011 telah meraih penghargaan kecelakaan nihil sejak 2023 hingga 2025. Perusahaan pun optimistis dapat kembali meraih penghargaan serupa pada tahun 2026 dari Kementerian ESDM RI.
Dalam kunjungan tersebut, selain memantau pelaksanaan K3, Komisi IV juga menyoroti sejumlah aspek lain, seperti program CSR, reklamasi lahan bekas tambang, serta upaya penanganan dampak kesehatan bagi masyarakat di sekitar area pertambangan.