![]() |
| Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus memantau fluktuasi harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di pasaran. Foto-Istimewa |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus memantau fluktuasi harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di pasaran.
Kegiatan monitoring lapangan ini dipimpin oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana.
Peninjauan dilakukan di Pasar Tradisional Kalindo serta gudang distributor di kawasan Pergudangan Basirih.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakot Banjarmasin Siane Apriliawati, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta jajaran perangkat daerah terkait lainnya.
Monitoring ini bertujuan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman sekaligus mengamati perkembangan harga di lapangan, sebagai langkah menjaga stabilitas dan menekan laju inflasi di Kota Banjarmasin.
Dolly Syahbana menjelaskan, hasil pemantauan di Pasar Kalindo menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras. Sementara itu, harga telur mengalami penurunan, minyak goreng relatif stabil, dan beberapa jenis cabai mulai turun meskipun harganya masih tergolong tinggi,” ujarnya.
Selain di pasar, rombongan juga meninjau gudang distributor di kawasan Basirih, tepatnya di PT Agro Bogo Utama, yang menjadi salah satu pemasok daging, sayur, dan produk seafood beku.
“Distribusi bahan pokok dari gudang ini tidak hanya untuk Banjarmasin, tetapi juga menjangkau Martapura, Banjarbaru, Pelaihari hingga Kapuas. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kelancaran distribusi agar pasokan tetap stabil,” jelasnya.
Dolly juga mengungkapkan bahwa kondisi inflasi di Kota Banjarmasin masih menjadi perhatian, karena saat ini berada di posisi kedua tertinggi di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap melalui monitoring ini dapat melihat langsung perkembangan harga serta dampaknya terhadap inflasi, sehingga langkah pengendalian bisa segera dilakukan secara tepat,” tambahnya.
Ia turut menyoroti ketersediaan beberapa komoditas lokal, seperti ikan haruan, yang saat ini mulai langka di pasaran.
“Untuk ikan haruan, ketersediaannya cukup terbatas bahkan cenderung kosong, padahal komoditas ini merupakan kebutuhan utama masyarakat,” ungkapnya.
Pemkot Banjarmasin melalui TPID akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
