Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Alasannya

 

Foto-Dok/CNN Indonesia

SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu berakhir pada Senin (21/4) malam waktu setempat.

Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya Trump sempat melontarkan ancaman keras akan kembali menyerang Teheran jika perundingan lanjutan antara kedua negara gagal terlaksana.

Melalui pernyataannya, Trump menegaskan bahwa perpanjangan gencatan senjata dilakukan untuk memberi waktu bagi pihak Iran menyatukan sikap dalam proses negosiasi yang disebut masih mengalami perpecahan internal.

Ia juga menyebut langkah ini diambil atas permintaan Pakistan sebagai mediator dalam konflik tersebut. Permintaan tersebut datang dari Panglima Militer Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Trump menilai kondisi politik internal Iran menjadi salah satu penghambat utama dalam kelanjutan perundingan putaran kedua yang semula dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Di sisi lain, dinamika juga terjadi di kubu Amerika Serikat. Wakil Presiden JD Vance dipastikan batal melakukan kunjungan ke Islamabad, Pakistan, yang sebelumnya direncanakan untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan tersebut.

Meski memperpanjang gencatan senjata, Trump menegaskan bahwa tekanan terhadap Iran tidak akan dikendurkan. Pemerintah AS tetap melanjutkan kebijakan blokade laut selama masa perpanjangan berlangsung.

“Kami tetap siap bertindak kapan saja, sambil menunggu proposal resmi dari pihak Iran,” ujar Trump.

Sementara itu, pihak Iran bersikukuh bahwa perundingan tidak akan berlanjut selama Amerika Serikat belum mencabut blokade yang diberlakukan terhadap negara tersebut.

Situasi ini membuat masa depan negosiasi antara kedua negara masih penuh ketidakpastian, meski untuk sementara konflik bersenjata berhasil ditahan melalui perpanjangan gencatan senjata.

Sumber : CNN Indonesia

Lebih baru Lebih lama