![]() |
| Mansyur Suryana, ayah M Bagus Khairunnas, salah satu pewarta yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, mengaku bangga dengan pekerjaan anaknya sebagai jurnalis. Foto-Dok Republika |
SUARAMILENIAL.ID, PANDEGLANG — Mansyur Suryana, ayah M Bagus Khairunnas, salah satu pewarta yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, mengaku bangga dengan pekerjaan anaknya sebagai jurnalis.
Ia menilai kerja jurnalistik merupakan bentuk pengabdian untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Jurnalis itu pahlawan informasi. Kerja mereka itu ibadah,” kata Mansyur, seperti dikutip Republika.co.id, Jumat (11/9/2026).
Mansyur mengatakan, dirinya tidak mengetahui rencana Bagus yang bekerja di kantor berita Antara untuk pergi ke Pantai Carita. Jika mengetahui rencana tersebut, ia mengaku akan melarang anaknya berangkat.
“Kalau Mas Gus kemarin ngabarin Bapak, pasti Bapak ngelarang. Saya laranglah,” ujar Mansyur yang kini tinggal di Banten.
Bagus merupakan anak tunggal Mansyur. Saat ini, Bagus tengah menempuh pendidikan sarjana dan dijadwalkan menjalani wisuda tahun depan.
Mansyur yang juga memahami dunia jurnalistik mengatakan, naluri untuk mencari informasi membuat seorang wartawan terdorong mendatangi berbagai lokasi untuk meliput peristiwa. Menurut dia, Bagus menjalani pekerjaan itu dengan sungguh-sungguh dan beberapa kali meraih penghargaan jurnalistik.
Ia mengatakan, dirinya pun memiliki kebiasaan serupa. Saat hendak bepergian untuk meliput, Mansyur terkadang tidak memberitahukan rencananya kepada keluarga karena khawatir dilarang.
“Kalau saya bilang, ‘Gus, Bapak mau ke Pantai Carita, mau mengekspos status Gunung Anak Krakatau’, pasti saya nggak boleh,” katanya.
Karena itu, Mansyur menduga Bagus juga memilih tidak memberi tahu keluarga mengenai rencana perjalanannya ke Pantai Carita.
Keduanya, kata dia, memang tidak saling memberi kabar mengenai rencana perjalanan masing-masing.
“Saya juga nggak ngabarin anak. Anak juga nggak ngabarin saya,” ujar Mansyur.
Kini, Mansyur hanya bisa berharap Bagus dan para pewarta serta awak kapal lainnya segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Ia menyerahkan nasib anaknya kepada Allah sembari mengikuti proses pencarian.
Kepada para jurnalis yang merupakan rekan Bagus, Mansyur berpesan agar tetap berani menyampaikan kebenaran, tetapi tidak mengabaikan keselamatan.
“Tapi juga harus tetap hati-hati dan melihat keadaan,” katanya.
Editor : Muhammad Robby
