![]() |
| Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan. Foto-Instagram |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin meniadakan kegiatan perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan.
Keputusan itu diambil di tengah sejumlah persoalan yang berdampak pada masyarakat, termasuk kebakaran hutan dan lahan, gangguan kualitas udara, kekeringan, krisis air bersih, serta musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Keputusan tersebut disampaikan Yamin melalui video yang diunggah di akun resmi Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (16/9/2026).
Yamin mengatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi masyarakat saat ini. Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, kata dia, turut berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas warga Banjarmasin.
”Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” kata Yamin.
Menurut Yamin, gangguan kualitas udara juga berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga, termasuk pelajar dan masyarakat yang bekerja di Banjarmasin.
Ia juga menyinggung kekeringan dan perubahan kadar air asin yang memengaruhi ketersediaan air bersih.
Kondisi tersebut, menurut dia, tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sejumlah sektor seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Mempertimbangkan korban KM Virgo Transport 8
Keputusan meniadakan kemeriahan Hari Jadi Banjarmasin juga mempertimbangkan musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Proses pencarian dan penanganan korban masih berlangsung ketika keputusan tersebut disampaikan.
”Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” ujar Yamin.
Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-500, termasuk pelaku usaha dan pihak lain yang berpotensi terdampak.
Menurut dia, peniadaan kegiatan hiburan tidak mengurangi makna perjalanan sejarah Banjarmasin yang telah berusia 500 tahun.
”Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” katanya.
Yamin mengajak warga menggunakan momentum Hari Jadi ke-500 untuk menunjukkan empati kepada korban dan keluarga yang terdampak musibah, orang-orang yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.
”Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” ujar Yamin.
Ia menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat menjaga solidaritas di tengah situasi yang dihadapi.
”Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan,” kata Yamin.
Editor : Muhammad Robby
