Hari Kedua Evakuasi KM Virgo 08, Pemkot Banjarmasin Siagakan Penanganan Korban

Pemerintah Kota Banjarmasin menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, hingga tempat penampungan untuk mendukung penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Foto-Humas Pemkot Banjarmasin

SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, hingga tempat penampungan untuk mendukung penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. 

Dukungan di darat disiapkan untuk mengantisipasi kedatangan korban serta memenuhi kebutuhan keluarga yang menunggu proses evakuasi.

Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 114 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia. 

Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring perkembangan operasi evakuasi serta verifikasi di lapangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan pihaknya menyiagakan personel dan berbagai perlengkapan untuk mendukung penanganan korban di darat.

“Pemko Banjarmasin memastikan korban yang tiba langsung mendapatkan penanganan. Seluruh unsur di darat kami siapkan untuk mendukung proses evakuasi dan kebutuhan korban,” ujar Husni, Senin.

BPBD mengerahkan 12 personel dan tiga unit mobil. Selain itu, disiapkan satu tenda, 20 velbed, 20 kasur lipat, tujuh kursi, serta satu tandu basket. Peralatan tersebut menjadi dukungan awal apabila diperlukan untuk penanganan ataupun penampungan korban.

BPBD juga bergabung dalam posko gabungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri. Koordinasi dilakukan untuk menyesuaikan dukungan dengan perkembangan operasi evakuasi dan kebutuhan di lapangan.

Perhatian juga diberikan kepada keluarga korban yang menunggu di lokasi. Pada hari pertama, BPBD menyiapkan 15 dus air mineral dan 300 roti untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga korban.

Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyiagakan personel, ambulans, obat-obatan, dan peralatan medis. Dari korban yang telah tiba dan mendapatkan penanganan, 15 orang dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh pelayanan medis lanjutan.

Sebanyak enam orang dirujuk ke RSUD Ulin, tujuh orang ke RS TPT, dan dua orang ke RSUD Sultan Suriansyah.

Koordinasi dengan rumah sakit rujukan terus dilakukan untuk memastikan korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut segera mendapat pelayanan sesuai dengan kondisinya.

Sementara itu, proses identifikasi korban dilakukan melalui Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara dengan melibatkan dan berkoordinasi dengan unsur terkait.

Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyiapkan Asrama BTIKP di Jalan Perdagangan sebagai tempat penampungan. Penyediaan tempat tersebut dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.

Husni mengatakan dukungan Pemkot Banjarmasin akan terus disesuaikan dengan kebutuhan selama proses evakuasi dan penanganan berlangsung.

“Yang paling utama adalah memastikan korban mendapat pertolongan dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur agar penanganan di Banjarmasin berjalan cepat dan terintegrasi,” katanya.

Editor    : Muhammad Robby

Lebih baru Lebih lama