
Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan yang masih sulit diakses.
SUARAMILENIAL.ID, BARITO SELATAN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perdesaan yang masih sulit diakses.
Wakil Bupati Barito Selatan, Khri stianto Yudha, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah mengusulkan pembangunan sejumlah jembatan gantung serta program peningkatan kualitas hunian masyarakat kepada pemerintah pusat.
Menurut Khri stianto, sejumlah usulan pembangunan tersebut telah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat dan dijadwalkan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
“Kabar baiknya, usulan itu sudah mendapat persetujuan pusat dan dijadwalkan mulai terealisasi pada tahun anggaran 2027,” kata Khri stianto di Buntok, Selasa (22/9/2026).
Ia menjelaskan, usulan pembangunan infrastruktur tersebut sebelumnya disampaikan langsung oleh kepala daerah bersama sekretaris daerah kepada pemerintah pusat.
“Ada beberapa lokasi jembatan gantung yang rencananya akan dibangun tahun depan,” ujarnya.
Gandeng Mabes TNI AD
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Barito Selatan mengusulkan skema pembangunan melalui program Jembatan Garuda. Program tersebut mengedepankan kolaborasi lintas instansi.
Khri stianto mengatakan pembangunan konstruksi utama sejumlah jembatan akan ditangani Mabes TNI Angkatan Darat (AD), sedangkan pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur pendukung.
“Jadi nanti yang membangunnya pihak Mabes TNI AD, kita mendukung untuk pembangunan pondasinya,” kata dia.
Jembatan gantung tersebut direncanakan menghubungkan sejumlah desa yang saat ini masih mengandalkan sarana penyeberangan sungai.
Beberapa lokasi yang disebut antara lain Desa Bintang Ara serta jembatan gantung Surapanji yang menghubungkan wilayah Desa Sampudau, Majundre, dan Muara Talang.
Pembangunan jembatan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat dan distribusi barang maupun jasa.
Siapkan 2.500 Unit Bedah Rumah
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Barito Selatan juga mengupayakan peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Khri stianto mengatakan Barito Selatan kembali mendapatkan bantuan program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2027.
“Tahun depan kita akan kembali mendapatkan bantuan program bedah rumah, rencananya sebanyak 2.500 unit,” tutur Khri stianto.
Menurut dia, pembangunan jembatan dan peningkatan kualitas hunian merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan.
Dengan konektivitas yang semakin baik dan tersedianya hunian yang layak, aktivitas ekonomi masyarakat di desa diharapkan ikut berkembang.
Pemerintah daerah berharap kemudahan akses tersebut dapat memperlancar mobilitas warga serta pergerakan barang dan jasa dari dan menuju wilayah perdesaan Barito Selatan.