![]() |
| Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat sepanjang pekan perdagangan lalu. |
SUARAMILENIAL.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat sepanjang pekan perdagangan lalu.
Di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih pada sejumlah saham.
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG terkoreksi 11,57 persen ke level 5.185,10. Secara kumulatif, indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut melemah 14,91 persen sepanjang pekan.
IHSG hanya mampu ditutup di zona hijau dalam satu hari perdagangan selama periode tersebut. Tekanan pasar dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia menjadi standalone market oleh MSCI.
Di tengah pelemahan tersebut, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 179,51 miliar di seluruh pasar. Pada pasar reguler, nilai beli bersih investor asing mencapai Rp 361,51 miliar.
Sebaliknya, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 182 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Mengutip data Indo Premier, terdapat 10 saham yang mencatatkan nilai pembelian bersih asing terbesar sepanjang pekan lalu.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menempati posisi teratas dengan nilai net foreign buy mencapai Rp 348 miliar.
Berikut daftar 10 saham dengan pembelian bersih asing terbesar sepanjang pekan perdagangan tersebut:
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) – Rp 348,0 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp 132,2 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) – Rp 109,8 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) – Rp 92,4 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) – Rp 84,8 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) – Rp 64,2 miliar
PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) – Rp 63,4 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Rp 62,7 miliar
PT Timah Tbk. (TINS) – Rp 61,5 miliar
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) – Rp 60,6 miliar
Besarnya pembelian bersih asing di tengah koreksi IHSG menunjukkan bahwa arus dana investor asing tidak sepenuhnya bergerak searah dengan pelemahan indeks.
Namun, data net buy tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh saham dalam daftar berpotensi menguat atau layak dibeli.
Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi fundamental emiten, valuasi saham, serta perkembangan kebijakan MSCI sebelum mengambil keputusan investasi.
Editor : Muhammad Robby
