![]() |
| Film horor Pirunduk menawarkan lebih dari sekadar teror dan ketegangan. |
SUARAMILENIAL.ID, BANJARMASIN - Film horor Pirunduk menawarkan lebih dari sekadar teror dan ketegangan.
Mengangkat mitos serta cerita rakyat yang dekat dengan budaya Banjar, film garapan sutradara Billy Christian ini menghadirkan pengalaman horor dengan identitas lokal yang kuat.
Dibintangi Aulia Sarah dan Bucek Depp, film ini membawa penonton menyelami kisah Siti, perempuan yang terjebak dalam rumah tangga penuh kekerasan hingga memilih jalan ilmu hitam untuk mengubah nasibnya.
Baca Juga:
Film Horor Pirunduk Gelar Gala Premiere di Banjarmasin, Donasikan Rp 200 Juta untuk Korban Karhutla
Keputusan tersebut justru membawa ancaman yang lebih besar bagi dirinya dan masyarakat di sekitarnya.
Ada sejumlah alasan yang membuat Pirunduk menarik untuk masuk daftar tontonan, terutama bagi pencinta film horor dan masyarakat yang ingin melihat budaya Kalimantan di layar lebar.
1. Mengangkat mitos dan cerita rakyat Banjar
![]() |
| Produser Film Pirunduk, Budi Ismanto |
Salah satu daya tarik Pirunduk adalah keberaniannya mengangkat kisah yang berakar pada kepercayaan dan cerita lokal Kalimantan Selatan. Unsur budaya Banjar menjadi identitas yang membedakannya dari film horor dengan latar cerita yang lebih umum.
2. Menghadirkan horor dengan latar budaya lokal
Latar kehidupan masyarakat Banjar memberikan warna tersendiri pada cerita. Penonton tidak hanya diajak mengikuti ketegangan, tetapi juga mengenal sisi budaya lokal yang menjadi inspirasi film.
3. Mengangkat konflik manusia di balik teror supranatural
Kisah Siti tidak hanya berpusat pada ilmu hitam. Pernikahan demi melunasi utang, kekerasan dalam rumah tangga, dan keputusasaan menjadi bagian dari konflik yang mendorong perkembangan cerita.
4. Melibatkan banyak pemain asli Banjar
Produser Bimasakti Pictures, Budi Ismanto, menyebut hampir 95 persen pemain film ini merupakan orang Banjar, dengan lokasi syuting di tanah Banjar. Keterlibatan pemain lokal menjadi salah satu upaya menghadirkan cerita yang dekat dengan lingkungan dan budaya asalnya.
5. Membawa misi sosial bagi Kalimantan
Di balik penayangan perdananya, tim film Pirunduk juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pentana Studio disebut memberikan donasi awal sebesar Rp 200 juta melalui kerja sama penggalangan dana dengan MD Entertainment Foundation dan KitaBisa.
Dengan perpaduan horor, cerita rakyat, pemain lokal, dan kepedulian sosial, Pirunduk berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang memiliki makna lebih luas.
Film yang disutradarai Billy Christian ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Editor : Muhammad Robby

